Memeriksa mutasi melalui sesi/cookie portal ShopeePay Partner yang merchant hubungkan sendiri.
Ketentuan Layanan & Kebijakan Privasi
Berlaku untuk seluruh layanan PayKita — dashboard merchant, halaman checkout, REST API, webhook, serta integrasi Shopee Partner, GoPay Merchant, dan OrderKuota.
Terakhir diperbarui: 12 Agustus 2026Ringkasan Layanan
PayKita adalah payment tools QRIS untuk merchant. Sistem menyimpan QRIS statis milik merchant, membuat QRIS order dengan nominal yang ditentukan, lalu mendeteksi transaksi masuk melalui provider yang sedang aktif untuk mencocokkan pembayaran dengan order.
Menggunakan nomor merchant + OTP, kemudian sesi access/refresh token untuk membaca transaksi GoBiz.
Menggunakan login OTP untuk memperoleh session, membaca mutasi QRIS, dan menyinkronkan QRIS merchant.
Data yang Diproses PayKita
Untuk menjalankan akun dan payment tools, PayKita dapat memproses data berikut sesuai fitur yang digunakan:
- Data akun merchant seperti nama, email, status verifikasi, konfigurasi 2FA, dan status langganan.
- Data order seperti reference, nominal dasar, fee, kode unik, nominal bayar, status, waktu dibuat/dibayar/kedaluwarsa, provider pembayaran, redirect URL, serta webhook khusus order jika merchant menggunakannya.
- Payload QRIS statis merchant beserta nama/kota merchant yang dapat dibaca dari QRIS.
- Data transaksi provider yang diperlukan untuk pencocokan order seperti ID transaksi, nominal, status, jenis layanan, dan waktu transaksi.
- Kredensial sesi provider sesuai bagian integrasi di bawah.
PayKita tidak membutuhkan akses SMS, kontak, galeri, lokasi perangkat, VPN, atau kendali perangkat Android karena PayKita saat ini tidak menggunakan APK catcher.
Data Integrasi Shopee, GoPay & OrderKuota
Shopee Partner
PayKita menyimpan cookie sesi __shopee_partner_website_x_token_live dalam bentuk terenkripsi. Cookie digunakan untuk mengakses daftar transaksi portal merchant selama sesi masih valid.
GoPay Merchant
PayKita menggunakan nomor merchant untuk meminta OTP. Setelah OTP diverifikasi, access token, refresh token, dan token OTP sementara (jika masih pending) disimpan terenkripsi. PayKita tidak menyimpan password GoPay karena flow yang digunakan berbasis nomor + OTP.
OrderKuota
Username dan password digunakan saat meminta OTP. Password dan kode OTP tidak disimpan. Setelah verifikasi berhasil, PayKita menyimpan username serta auth_token terenkripsi untuk membaca mutasi dan menyinkronkan QRIS.
Risiko Penggunaan Integrasi Provider
Integrasi Shopee Partner, GoPay Merchant, dan OrderKuota bergantung pada sesi, endpoint, serta kebijakan provider pihak ketiga. Merchant wajib memahami risiko ini sebelum menghubungkan akun.
- Detector menggunakan sesi portal merchant dan endpoint web yang bukan API publik resmi yang dijamin stabil untuk integrator PayKita.
- Cookie dapat kedaluwarsa, dicabut, atau berhenti valid ketika sesi/login akun berubah.
- Perubahan endpoint, format request/response, atau proteksi keamanan provider dapat membuat detector berhenti bekerja sampai integrasi disesuaikan.
- Otomatisasi akses dapat bertentangan dengan kebijakan/ketentuan akun provider. Shopee dapat melakukan flag, pembatasan, penangguhan, atau tindakan lain sesuai kebijakannya.
- Integrasi memakai flow/session dan endpoint GoBiz yang dapat berubah tanpa pemberitahuan serta tidak dijamin sebagai API publik untuk integrator PayKita.
- Pola transaksi dengan fee tambahan atau nominal unik yang muncul berulang dapat meningkatkan risiko aktivitas dianggap tidak wajar/mencurigakan oleh sistem provider. Dampaknya dapat berupa pemeriksaan, pembatasan fitur, penangguhan, sampai risiko akun diblokir/banned.
- Karena itu PayKita merekomendasikan Fee OFF + Nominal Unik OFF + Mode Hybrid. Hybrid mempertahankan nominal bulat dan hanya menggunakan +1/+2 minimum saat ada bentrok order PENDING.
- Mode Hybrid adalah upaya mengurangi pola transaksi otomatis, bukan jaminan akun tidak akan terkena flag atau pembatasan.
- Jika akun dibatasi, akses saldo atau pencairan dana merchant dapat ikut terdampak sesuai kebijakan GoPay/Gojek.
- Session/auth token dapat kedaluwarsa atau dicabut sehingga merchant perlu login OTP ulang.
- Akses login atau mutasi dapat dipengaruhi jaringan, region, IP server, atau kebijakan anti-abuse provider. IP data center tertentu dapat ditolak.
- Format endpoint/response dapat berubah dan menyebabkan sinkronisasi mutasi/QRIS berhenti sampai integrasi disesuaikan.
- Gunakan hanya akun OrderKuota yang Anda miliki atau memang berwenang Anda kelola.
Penyimpanan & Pengiriman Data
- Data akun, order, konfigurasi, QRIS, dan sesi provider disimpan pada database yang dikonfigurasi operator PayKita.
- Kredensial sensitif provider dan secret tertentu disimpan terenkripsi sebelum masuk database.
- Data transaksi provider digunakan untuk pencocokan pembayaran, rekonsiliasi, dan penandaan order menjadi PAID.
- Jika merchant mengatur Webhook Default Project atau mengirim webhook khusus per order, PayKita mengirim event ke satu URL sesuai prioritas: webhook order → webhook project → fallback akun.
- PayKita tidak menjual kredensial provider atau data transaksi merchant kepada pengiklan.
Berakhirnya langganan tidak otomatis menghapus token/provider. Koneksi tetap disimpan agar dapat digunakan kembali jika sesi provider masih valid; akses API saja yang dikunci. Merchant dapat memutuskan provider secara manual kapan saja.
Kontrol Pengguna
- Shopee Partner: tombol Putuskan menghapus cookie sesi Shopee yang tersimpan dari akun PayKita.
- GoPay Merchant: tombol Putuskan menghapus nomor/session token GoPay yang tersimpan pada koneksi tersebut.
- OrderKuota: tombol Putuskan menghapus username, auth token, dan metadata session OrderKuota yang tersimpan.
- QRIS: merchant dapat menghapus QRIS provider dari panel masing-masing dan memilih provider QRIS aktif.
- Password & 2FA: password dapat diganti/reset dan 2FA Authenticator dapat diaktifkan/dinonaktifkan dari Profil.
- API Key: akun dengan langganan aktif dapat membuat API Key berbeda untuk setiap Project. Jika langganan habis, key project tetap tersimpan namun penggunaan REST API dikunci sampai langganan aktif lagi.
Keamanan
- Kredensial provider, webhook secret, dan data rahasia tertentu dienkripsi menggunakan AES-256-GCM.
- Password akun lokal PayKita di-hash menggunakan bcrypt dengan cost factor 12.
- API Key disimpan sebagai hash untuk autentikasi dan salinan penuh yang dapat direveal disimpan terenkripsi jika dibuat melalui versi yang mendukung fitur tersebut.
- 2FA berbasis Authenticator/TOTP tersedia pada menu Profil.
- Webhook PayKita ditandatangani menggunakan HMAC-SHA256 agar merchant dapat memverifikasi payload.
- Merchant tetap bertanggung jawab menjaga email, password, OTP, API Key, perangkat, dan akun provider miliknya sendiri.
Batasan Tanggung Jawab
PayKita disediakan sebagaimana adanya (as-is). PayKita bukan bank, PJP (Penyelenggara Jasa Pembayaran), maupun agregator resmi. PayKita membantu merchant membentuk QRIS order dan mencocokkan pembayaran; dana customer masuk ke QRIS/akun provider milik merchant dan tidak ditampung PayKita sebagai dana pihak ketiga.
Dalam batas yang diizinkan hukum, PayKita tidak bertanggung jawab atas gangguan provider, session expired, perubahan API/endpoint pihak ketiga, keterlambatan deteksi, salah konfigurasi merchant, pembatasan/penangguhan akun provider, atau kerugian tidak langsung yang timbul dari penggunaan integrasi opsional.
Perubahan Kebijakan
Kebijakan ini dapat diperbarui ketika fitur, integrasi, atau proses PayKita berubah. Versi terbaru tersedia pada halaman /privasi. Dengan terus menggunakan layanan setelah pembaruan berlaku, Anda dianggap menyetujui versi terbaru sejauh diperbolehkan oleh ketentuan yang berlaku.
Kontak
Pertanyaan mengenai layanan, risiko integrasi, atau privasi dapat disampaikan melalui Contact Support PayKita.
Hubungi Support via Telegram →